Panduan Pengusulan Insentif Penguatan Sentra Kekayaan Intelektual (SENTRA-KI) Tahun 2017

PANDUAN PENGUSULAN INSENTIF
PENGUATAN SENTRA KEKAYAAN INTELEKTUAL
(SENTRA-KI)
TAHUN 2017

A. Latar Belakang
Rendahnya angka permohonan perlindungan KI domestik diyakini memiliki keterkaitan antara lain dengan terbatasnya fasilitas infrastruktur yang berkaitan dengan jumlah Sentra KI di Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada November 2008 tercatat bahwa sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2007 jumlah Sentra KI yang didirikan khususnya di Perguruan Tinggi hanya mencapai 80 Sentra KI. Angka ini tentu masih jauh dari jumlah Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.

Sayangnya, dari 80 Sentra KI yang pernah didirikan ternyata hanya 18 yang masih beroperasi aktif dan hanya 11 di antaranya yang memiliki legalitas pembentukan. Dari 18 Sentra KI yang aktif terdapat 5 Sentra KI yang hanya berperan dalam sosialisasi KI, sedangkan sisanya sebanyak 13 Sentra KI berperan dalam memproses perlindungan KI.

Belum lagi bicara tentang profesionalitas dan kemampuan pengelolaan dimana dari 5 Sentra KI yang melakukan fungsi sosialisasi dan memproses perlindungan KI, hanya 3 Sentra KI yang memiliki pengalaman dan kemampuan untuk mengelola alih teknologi dan KI.

Rendahnya perolehan KI dan kepemilikan KI salah satunya disebabkan oleh lemahnya pengelolaan dan intermediasi KI. Saat ini, belum semua Perguruan Tinggi dan lembaga litbang memiliki Sentra KI yang tidak saja berfungsi sebagai pusat informasi dan pendaftaran KI, tetapi termasuk juga yang melakukan alih teknologi dan memasarkan KI hasil kegiatan litbangnya.

Secara umum, kelembagaan pengelola dan intermediasi KI relatif masih lemah, baik dalam arti kuantitas maupun kualitasnya. Lembaga-lembaga tersebut umumnya masih belum memenuhi persyaratan dasar, baik yang berkaitan dengan persoalan manajemen organisasi, infrastruktur dan sumber daya, apalagi persyaratan sebagai organisisasi yang profesional, modern, dan berkualitas.

Melihat kondisi di atas, jelas upaya untuk mendukung, memfasilitasi dan mempermudah proses, khususnya perolehan Hak Paten dan perlindungan KI lainnya masih membutuhkan perhatian dan insentif dari pemerintah. Dalam konteks ini, Kemenristekdikti melalui Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan memandang perlu adanya program insentif penguatan Sentra KI. Program insentif ini diharapkan dapat memotivasi berkembangnya Sentra KI, meningkatkan perolehan Hak Paten dan kepemilikan KI oleh peneliti dan perekayasa Indonesia.

B. Dasar Hukum
Dasar hukum yang melandasi Program Insentif Penguatan Sentra KI:

  1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219);
  2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);
  3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi;
  4. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019;
  5. Keputusan Presiden Nomor 99/M Tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;
  6. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi;
  7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 95 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;
  8. Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 243/M/Kp/XI/2010 tentang Pembentukan Program Insentif Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

C. Tujuan Program Insentif Penguatan Sentra KI
Tujuan program Insentif Sentra KI adalah:

  1. Memberikan insentif sejumlah dana kepada Sentra KI/Lembaga yang mengelola KI di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang Kementerian, atau LPNK, Lembaga Litbang Pemerintah Daerah;
  2. Memberikan motivasi Sentra KI lembaga/institusi induk untuk memperkuat pengelolaan KI secara terpadu mulai dari identifikasi kreativitas, inovasi sampai dengan proses pemasarannya.

D. Pengertian dan Ruang Lingkup
Pengertian penguatan adalah memperkuat Sentra KI yang sudah ada atau sudah terbentuk. Keberadaan Sentra KI hendaknya langsung di bawah pimpinan lembaga/institusi induk atau di bawah salah satu unit lembaga/institusi induk yang terkait.

Ruang lingkup Kegiatan Penguatan Sentra KI adalah pemberian insentif sejumlah dana yang meliputi biaya honorarium kepanitiaan, fasilitasi, identifikasi kekayaan intelektual yang ada di dalam institusi, peningkatan kemampuan sumberdaya, pendaftaran paten, pendaftaran KI lainnya dan lain-lain untuk kepentingan pengelolaan Sentra KI yang difasilitasi Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan-Kemenristekdikti. Program Insentif Penguatan Sentra KI ini dibebankan pada DIPA Direktorat Jenderal Penguatan Risbang Tahun Anggaran 2017.

E. Luaran Kegiatan
Keluaran kegiatan Insentif Penguatan Sentra KI ini adalah jumlah Sentra KI di bawah pimpinan lembaga/institusi induk yang terkait yang diperkuat.

F. Besaran Insentif Penguatan Sentra KI
Insentif akan diberikan kepada 20 Sentra KI/Unit Pengelola KI dengan besaran insentif maksimum Rp72.500.000,- (Tujuh puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) termasuk kewajiban pajak kepada Negara.

G. Ketentuan Penggunaan Dana
Insentif Penguatan Sentra KI direncanakan untuk dilaksanakan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun berjalan (maksimum 6 bulan).

Pembiayaan dilaksanakan setelah penandatanganan kontrak antara Kemenristekdikti dengan Lembaga/institusi penerima.

Jenis komponen pembiayaan kegiatan yang dapat didanai adalah:

  1. biaya honorarium, akomodasi dan konsumsi serta perjalanan dalam negeri untuk pakar/narasumber. Perlu diperhatikan bahwa perjalanan internasional tidak dapat didanai;
  2. biaya penyelenggaraan kegiatan, dapat berupa ATK, konsumsi, dokumentasi, fotokopi, penggandaan materi, surat menyurat dll;
  3. biaya kesekretariatan, termasuk honor pelaksana/panitia kegiatan;
  4. biaya pendaftaran KI;
  5. biaya penyusunan laporan.

Ketentuan pembiayaan lain yang perlu diperhatikan:

  1. tidak diperkenankan membeli peralatan maupun pembelian yang bersifat inventaris (misalnya: laptop/PC, printer, LCD, dan lain sebagainya);
  2. tidak diperkenankan untuk honor/gaji bulanan;
  3. komposisi pendanaan harus proporsional;
  4. pajak atas pembiayaan yang dikenai pajak (sesuai dengan ketentuan yang berlaku) disetorkan langsung ke kas negara oleh penyelenggara.

H. Kriteria Calon Penerima Insentif Penguatan Sentra KI
Kriteria dan pengusulan Insentif Penguatan Sentra KI mencakup aspek-aspek berikut.

  1. Pengusul Insentif Penguatan Sentra KI adalah Sentra KI Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, Lembaga Litbang Kementerian, Lembaga Litbang Pemerintah Daerah, dan LPNK di bawah pimpinan lembaga/institusi induk atau di bawah salah satu unit lembaga/institusi induk yang terkait.
  2. Usia Sentra KI/Unit Pengelola Sentra KI minimal 1 (satu) tahun.
  3. Usulan disahkan oleh Pimpinan (untuk Universitas dan Institut oleh Rektor, Wakil Rektor atau Kepala/Pimpinan LPPM, untuk Politeknik oleh Direktur, untuk Sekolah Tinggi oleh Ketua, dan untuk Lembaga Litbang oleh Kepala/Direktur).
  4. Lembaga/institusi pengusul yang sudah pernah memperoleh insentif ini harus menyertakan bukti luaran atau capaian kinerja dari pelaksanaan program Insentif Penguatan KI sebelumnya.

I. Syarat dan Ketentuan Proposal
Sistematika usulan mengikuti urut-urutan sebagai berikut:

  1. proposal ditulis dalam bahasa Indonesia;
  2. diketik menggunakan format kertas A4;
  3. proposal dibuat rangkap 3 (1 eks asli, 2 eks fotokopi);
  4. halaman sampul, memuat judul proposal, nama Sentra KI/Unit Pengelola KI, logo lembaga/institusi, nama lembaga/institusi, tahun, alamat lengkap lembaga (Lampiran 1);
  5. halaman pengesahan memuat identitas Sentra KI/Unit Pengelola KI, rekap biaya, ditandatangani oleh Penaggungjawab dan disahkan oleh pimpinan lembaga/institusi (Lampiran 2);
  6. susunan isi proposal (Lampiran 3);
  7. pendahuluan (latar belakang, ruang lingkup dan batasan kegiatan, rasionalitas, tema, tujuan, manfaat);
  8. profil Sentra KI berisi Riwayat Hidup/biodata dari Pengelola Sentra KI dan/atau inventor, Surat Keputusan Pembentukan Pengurus Sentra KI/Unit Pengelola KI. Cantumkan nama, tempat/tanggal lahir, alamat, nomor telepon/telepon genggam, faksimili, e-mail, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan. Khusus untuk inventor sertakan riwayat penelitian (Lampiran 4);
  9. daftar identifikasi potensi KI di lembaga induk dan lingkungan wilayah kerja sekitarnya yang siap diurus aplikasi KI dan diduga kuat memiliki potensi untuk dijual/ dikomersialisasikan. Daftar identifikasi ini harus disahkan oleh pimpinan lembaga induk dan penemu/inventornya;
  10. surat Pernyataan Janji Output Lembaga/Instasi (Lampiran 5);
  11. kepanitiaan (dikuatkan dengan surat keputusan pimpinan perguruan tinggi);
  12. mekanisme pelaksanaan kegiatan;
  13. jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan;
  14. rincian rencana anggaran biaya (RAB)/ proposal biaya kegiatan secara keseluruhan dan perincian penggunaan insentif dari Kemenristekdikti yang besarnya maksimum Rp72.500.000,- (Tujuh puluh dua juta lima ratus ribu rupiah). Besaran nilai komponen dalam RAB mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.02/2016 tentang Standar Biaya Masukan Tahun 2017. RAB dibuat dalam bentuk hardcopy dan softcopy dengan program Excel (dikemas dalam CD);
  15. Usulan yang tidak memenuhi persyaratan tidak akan diproses.

J. Pengiriman dan Batas Akhir Penerimaan Proposal
Proposal lengkap dan rencana anggaran biaya (RAB) dalam bentuk hardcopy dan softcopy diterima oleh Direktorat Pengelolaan KI selambat-lambatnya pada tanggal 2 Mei 2017 pukul 15.00 WIB, dikirimkan melalui alamat:
Sub Direktorat Valuasi dan Fasilitasi KI
Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual
Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Gedung II BPPT Lantai 20
Jalan MH. Thamrin No. 8 – Jakarta Pusat 10340

K. Seleksi Proposal
Penetapan penerima Insentif Penguatan Sentra KI dilakukan melalui proses seleksi dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Seleksi Administrasi
    Pemeriksaan kelengkapan berkas sesuai dengan persyaratan pengajuan proposal insentif sentra KI dilakukan oleh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Dirjen Risbang.
  2. Seleksi Substantif
    Dalam tahapan ini, seleksi melibatkan tim Penilai Sentra KI yang ditetapkan dengan SK Dirjen Risbang. Penilaian berpedoman pada formulir penilaian yang sudah disusun oleh Tim Penilai Sentra KI. Untuk usulan dari perguruan tinggi penilaian akan dibedakan bobotnya berdasarkan klaster penelitian universitas.
  3. Seleksi Fact Finding
    Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual akan melakukan fact finding jika dianggap perlu, sebelum menetapkan pemenang yang telah lolos tahap seleksi substantif. Tujuan fact finding untuk mengetahui apakah segala unsur penilaian dari proposal sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Setelah dipastikan sama, maka pemenang akan ditetapkan dengan SK Dirjen Risbang.
  4. Hasil seleksi merupakan keputusan mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

L. Mekanisme Penyaluran Insentif dan Pelaporan

  1. Mekanisme penyaluran insentif dan pelaporan sebagai berikut.Bagi Sentra KI/Unit Pengelola KI yang lolos seleksi akan ditetapkan dengan SK Direktur Jenderal Risbang Kemenristekdikti dan akan diumumkan melalui laman web http://ristekdikti.go.id/ atau http://simlitabmas.ristekdikti.go.id/
  2. Dana Insentif Penguatan Sentra KI dibayarkan melalui KPPN Wilayah III Jakarta melalui rekening institusi/lembaga penerima insentif, setelah penandatanganan kontrak antara kedua belah pihak.
  3. Dana insentif disalurkan secara langsung (LS) dalam 2 tahap: 70% dan 30%.
  4. Ketentuan pelaksanaan akan ditetapkan kemudian dalam kontrak.

Jakarta, 31 Maret 2017
Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual,

 

Sadjuga
NIP.195901171986111001

 

Download Panduan Lengkap Insentif Sentra KI Di Sini