Panduan Pengajuan Insentif Artikel Terbit Pada Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2017

1. LATAR BELAKANG

Saat ini publikasi hasil riset Indonesia di dunia internasional masih relatif rendah, terutama publikasi di jurnal yang terindeks di pengindeks internasional bereputasi. Data dari pemeringkat Scimago tahun 2016 menunjukkan bahwa publikasi Indonesia berada pada peringkat ke-57 dari 239 negara (www.scimagojr.com/countryrank.php). Posisi tersebut ternyata lebih rendah dari negara Maroko, Algeria, Serbia, Tunisia, dan Nigeria. Salah satu faktor penyebabnya adalah budaya menulis yang belum berkembang di masyarakat pada umumnya, perguruan tinggi khususnya, dan/atau rendahnya kemauan dan kemampuan menuliskan hasil-hasil riset maupun pengabdian kepada masyarakat dalam jurnal ilmiah bermutu. Tidak mengherankan jika kemudian diseminasi hasil-hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui jurnal ilmiah internasional masih rendah. Pengembangan budaya dan kemampuan terutama motivasi menulis menjadi suatu tantangan dan masalah yang harus segera diatasi. Namun demikian dilihat dari peningkatan publikasi dalam lima tahun terakhir, perkembangan publikasi dosen dan peneliti Indonesia di jurnal internasional bereputasi berkembang dengan baik dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2012 jumlah artikel yang tercatat di Scimago sebanyak 3.902 artikel. Jumlah tersebut meningkat nyata, berturut-turut menjadi 5.118 artikel (2013), 6.431 artikel (2014), 7.825 artikel (2015), dan 11.432 artikel pada tahun 2016 (www.scopus.com). Perkembangan tersebut tidak lepas dari meningkatnya jumlah penelitian oleh para dosen dan peneliti di Indonesia.

Selain itu, mutu riset juga semakin baik seiring dengan meningkatnya alokasi dana riset dari Pemerintah melalui berbagai skema pendanaan riset; imbasnya ialah meningkatnya kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. Selain itu, keberadaan regulasi dan kebijakan pemerintah yang mewajibkan dosen untuk memublikasikan hasil-hasil risetnya juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah publikasi Indonesia di tingkat internasional. Diterbitkannya Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan KehormatanĀ Profesor menyebutkan bahwa publikasi di jurnal internasional bereputasi bagi para lektor kepala dan guru besar merupakan kewajiban, sehingga peraturan ini diharapkan akan berimplikasi pada potensi meningkatnya publikasi tidak sekadar di jurnal kurang bereputasi.

Sebagai salah satu upaya guna mendorong dan memotivasi dosen/peneliti untuk menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional dan memberikan apresiasi kepada para penulisnya, pada tahun anggaran 2017 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual kembali menyelenggarakan program dengan memberi insentif kepada dosen/peneliti perguruan tinggi di bawah binaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang berhasil memublikasikan artikel ilmiah hasil risetnya di jurnal ilmiah internasional bereputasi. Berhasil menerbitkan sebuah artikel pada jurnal internasional bereputasi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah bagi dosen. Oleh karena itu sebagai salah satu upaya untuk memberikan dorongan dan motivasi bagi dosen/peneliti yang telah menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual pada tahun 2017 menyelenggarakan program Insentif Artikel Terbit pada Jurnal Bereputasi untuk dosen/peneliti perguruan tinggi di bawah binaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang berhasil memublikasikan artikel ilmiah hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi. Program ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah kepada dosen yang turut meningkatkan daya saing bangsa atas upayanya memublikasikan artikelnya pada jurnal internasional bereputasi.

2. TUJUAN DAN SASARAN
2.1 TujuanĀ 

Program ini bertujuan (1) meningkatkan motivasi kepada para dosen/peneliti di perguruan tinggi untuk memublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah yang bermutu dan bertaraf internasional dan (2) memberi penghargaan dosen/peneliti di perguruan tinggi yang telah berhasil memublikasikan artikel ilmiahnya pada jurnal ilmiah internasional bereputasi.

2.2 Sasaran

Sasaran dari program ini adalah meningkatnya publikasi ilmiah internasional dosen/peneliti di perguruan tinggi serta akan meningkatkan pula mutu penelitian di Indonesia dan nama Indonesia di kancah peneliti internasional.

3. JUMLAH INSENTIF

Insentif artikel ilmiah tahun anggaran 2017 diberikan kepada dosen/peneliti di perguruan tinggi yang artikel ilmiahnya telah diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi maksimum sebesar Rp35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah) dipotong pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku (15%), dan telah direkomendasikan oleh penelaah (reviewer) berdasarkan hasil seleksi. Anggaran insentif artikel pada jurnal ilmiah internasional dibebankan pada DIPA Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Tahun Anggaran 2017.

4. PERSYARATAN PENGUSULAN

Usulan insentif jurnal dapat diproses jika pengusul dan artikel memenuhi syarat sebagai berikut.

  1. Insentif diberikan kepada dosen/peneliti perguruan tinggi yang artikelnya telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi (bukan prosidingi) setelah 31 Desember 2014.
  2. Artikel yang sedang diproses untuk diterbitkan tidak dapat diajukan.
  3. Artikel ilmiah merupakan karya pengusul dan bebas plagiarisme dan belum pernah memperoleh insentif serupa yang dikuatkan dengan surat pernyataan sebagaimana tertera pada Lampiran 4.
  4. Artikel ilmiah ditulis dalam salah satu bahasa resmi dalam forum PBB: Inggris, Perancis, Spanyol, Cina, dan Arab.
  5. Artikel ilmiah merupakan hasil penelitian yang bukan bagian tesis atau disertasi yang diajukan di perguruan tinggi luar negeri.
  6. Pengusul yang diperbolehkan mengikuti program ini adalah dosen/peneliti dari perguruan tinggi di bawah binaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
  7. Pengusul adalah penulis pertama dan atau penulis korespondensi dengan jumlah penulis dalam artikel ilmiah tersebut tidak lebih dari 5 (lima) orang.
  8. Insentif artikel pada jurnal internasional hanya diberikan kepada penulis pertama atau penulis korespondensi.
  9. Penulis pertama dan atau penulis korespondensi harus berafiliasi pada institusi Indonesia dan harus dicantumkan dalam artikel.
  10. Pengusul hanya diperbolehkan menerima satu kali insentif untuk satu periode pengusulan.
  11. Artikel yang telah mendapatkan insentif tidak dapat diusulkan kembali.

5. TATA CARA PENGUSULAN

Insentif artikel ilmiah diusulkan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut:

  1. Pengusul yang telah memiliki user dan password Simlitabmas bisa langsung mendaftarkan usulannya melalui Simlitabmas.
  2. Pengusul yang belum memiliki user dan password Simlitabmas dapat menghubungi operator di LP/LPPM perguruan tinggi tempat pengusul bekerja.
  3. Melalui Simlitabmas, pengusul mengisi identitas dan mengunggah semua berkas yang dipersyaratkan dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Mengisi Identititas Usulan yang memuat identitas pengusul, identitas artikel, identitas jurnal, dan sumber dana penelitian (Lampiran 1).
    2. Isian Identitas Usulan pada butir 1) kemudian diunduh untuk mendapatkan pengesahan pimpinan perguruan tinggi sekurang-kurangnya setingkat dekan atau ketua LP/LPPM (Lampiran 2).
    3. Identitas Usulan yang telah disahkan kemudian dipindai (di-scan) dan diunggah kembali ke Simlitabmas.
    4. Mengunggah reprint/cetakan pdf artikel yang diusulkan untuk mendapatkan insentif.
    5. Mengunggah file Biodata Pengusul yang telah ditandatangani dalam format PDF (Lampiran 3).
    6. Mengunggah file pdf Surat Pernyataan Pengusul yang telah ditandatangani dalam format PDF (Lampiran 4).
  4. Panduan Pengusulan Insentif Artikel Ilmiah Tahun 2017 melalui Simlitabmas dapat dilihat pada Lampiran 5.

6. KRITERIA PENILAIAN

Pemberian insentif artikel ilmiah didasarkan pada penilaian mutu artikel beserta penerbitnya mengikuti kriteria sebagai berikut.

  • Peringkat/mutu jurnal internasional yang menerbitkan artikel harus baik, yang ditandai oleh reputasi lembaga pengindeks, adanya faktor dampak, dan atau h-index jurnal.
  • Sumber dana penelitian (diutamakan pendanaan dari institusi di Indonesia termasuk dana internal perguruan tinggi)
  • Status pengusul sebagai penulis utama dan atau penulis korespondensi.
  • Topik artikel yang diusulkan selaras dengan bidang ilmu yang ditekuni pengusul.
  • Jumlah sitasi artikel yang diusulkan.
  • Substansi artikel harus mencerminkan kontribusi pada pengembangan iptek.

7. PENGAMBILAN PUTUSAN

Pemberian insentif artikel ilmiah ditetapkan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut.

  • Usulan artikel yang masuk akan dinilai secara kompetitif oleh penelaah yang ditunjuk oleh Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan.
  • Usulan yang bukan berupa artikel jurnal tidak akan diproses.
  • Keputusan hasil seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Berkas usulan yang sudah masuk tidak dapat ditarik kembali.

8. BATAS AKHIR PENGUSULAN

Insentif artikel ilmiah beserta kelengkapannya diusulkan melalui Simlitabmas selambatlambatnya tanggal 21 Mei 2017. Seleksi administrasi dan substansi akan diproses sampai dengan awal Juni 2017. Pengumuman pemenang dijadwalkan dapat disampaikan melalui Simlitabmas pada pertengahan Juni 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *